Untuk pasien dan keluarga

Hidrosefalus tekanan normal

Jenis hidrosefalus pada usia lanjut yang dapat diobati, ditandai dengan gangguan berjalan, masalah kandung kemih, dan mudah lupa.

7 menit bacaTerakhir diperbarui: Oktober 2026

Apa itu hidrosefalus tekanan normal?

Hidrosefalus tekanan normal (NPH) adalah jenis hidrosefalus yang sebagian besar ditemukan pada orang berusia di atas 60 tahun. Ventrikel membesar, tetapi tekanan yang diukur di punggung bawah sering kali normal atau mendekati normal. Gejalanya berkembang perlahan, dalam hitungan bulan atau tahun.

NPH penting diperhatikan karena gejalanya dapat disangka sebagai proses penuaan, penyakit Alzheimer, atau penyakit Parkinson. Padahal, pada pasien yang sesuai, NPH merupakan salah satu kondisi yang dapat membaik secara nyata dengan pengobatan.

Tiga gejala khas

Gangguan berjalan

Biasanya merupakan gejala pertama. Langkah menjadi lebih pendek, kaki terseret seolah tidak dapat lepas dari lantai, dan kedua tungkai terbuka lebar. Berbalik dan mulai berjalan menjadi lebih sulit, dan pasien lebih sering jatuh.

Masalah kandung kemih

Sering dan tiba-tiba ingin buang air kecil, tidak sempat sampai ke toilet, dan mengompol.

Daya pikir dan daya ingat

Dapat timbul sulit berkonsentrasi, mudah lupa, pikiran dan reaksi melambat, serta hilangnya minat.

Tidak semua pasien mengalami ketiganya. NPH perlu dipertimbangkan terutama pada orang lanjut usia yang mengalami gangguan berjalan dan ventrikel yang membesar pada hasil pencitraan.

Diagnosis dan pemeriksaan

  1. Pemeriksaan dan riwayat penyakit

    Dokter spesialis saraf atau dokter bedah saraf menilai gejala berjalan, daya ingat, dan kandung kemih, serta mencari kondisi lain yang menimbulkan gejala serupa.

  2. Pencitraan otak

    MRI atau CT digunakan untuk melihat lebar ventrikel dan temuan tertentu yang khas untuk NPH.

  3. Uji pungsi lumbal (tap test)

    Sejumlah CSS dikeluarkan dari punggung bawah dengan jarum halus. Kecepatan berjalan, jumlah langkah, dan beberapa tes daya pikir dibandingkan sebelum dan sesudahnya. Perbaikan yang jelas menunjukkan bahwa shunt kemungkinan akan membantu.

  4. Drainase lumbal sementara

    Beberapa pusat layanan mengalirkan cairan secara terkontrol selama beberapa hari melalui kateter tipis di punggung bawah dan mengamati responsnya.

Pengobatan

Bagi pasien yang hasil pemeriksaannya menunjukkan akan mendapat manfaat, pengobatannya adalah operasi shunt, paling sering shunt ventrikuloperitoneal (VP) dan pada sebagian pasien shunt lumboperitoneal (LP). Pada NPH, sering dipilih katup yang tekanannya dapat disetel tanpa operasi, sehingga pengaturannya dapat diubah jika terjadi drainase terlalu banyak atau terlalu sedikit.

  • Kemampuan berjalan biasanya merupakan gejala yang paling banyak dan paling awal membaik.
  • Masalah kandung kemih dan daya pikir juga dapat membaik, tetapi responsnya berbeda pada setiap orang.
  • Makin lama gejala berlangsung, dan makin banyak kondisi lain yang menyertai, makin rendah perbaikan yang dapat diharapkan, karena itu penilaian dini sangat penting.

Setelah operasi

  • Fisioterapi dan berjalan secara teratur mendukung pemulihan.
  • Untuk mencegah jatuh, singkirkan penghalang seperti karpet dan kabel di rumah, dan beri penerangan pada jalur yang dilalui di malam hari.
  • Jika mengonsumsi obat pengencer darah, ikuti saran dokter Anda; jatuh dan benturan di kepala setelah operasi harus selalu dilaporkan.
  • Segera cari pertolongan jika timbul sakit kepala yang makin berat saat berdiri, kebingungan yang baru muncul, muntah, atau kelemahan pada satu sisi tubuh.

Informasi di halaman ini bersifat umum dan tidak menggantikan penilaian dokter Anda. Diagnosis, pengobatan, dan pilihan perangkat ditentukan secara individual untuk setiap pasien.

Segera pergi ke instalasi gawat darurat

  • Sakit kepala hebat atau makin berat, muntah berulang
  • Mengantuk secara tidak biasa, sulit dibangunkan, kebingungan
  • Kejang
  • Pada bayi: ubun-ubun tegang atau menonjol, kepala membesar dengan cepat, mata mengarah ke bawah
  • Demam disertai kaku kuduk, kemerahan atau pembengkakan di sepanjang jalur shunt
  • Cairan bening seperti air yang merembes dari luka atau hidung